Tuesday, April 13, 2021

Adanya kejahatan di dunia ini membuktikan ketiadaan Allah

Pernyataan di atas adalah alasan yang paling sering digunakan oleh orang-orang yang tidak percaya akan keberadaan Allah. Dan saya bingung bagaimana mereka mendapatkan kesimpulan tersebut. Padahal konsep Allah satu paket dengan konsep surga dan neraka. Jika ada neraka berarti pasti ada kejahatan donk, karena orang-orang jahat akan berakhir di neraka. Jika menurut mereka jika Allah ada maka seharusnya kejahatan tidak ada, maka tidak perlu diajarkan akan adanya neraka, dan kita semua sekarang masih berada di Taman Eden.

Kabar buruknya, kita semua akan ke neraka karena kita semua orang jahat. Karena surga tempat maha suci tidak ada setitik dosa pun dapat menghampirinya. Perbuatan baik kita tidak dapat membawa kita ke surga karena perbuatan baik kita tidak dapat menghapus dosa yang telah kita lakukan, dan upah dosa ialah maut. Dosa harus diselesaikan yaitu dengan dihukum, di alam maut, di neraka, selama-selamanya terpisah dari Allah, karena Allah adalah kekal. 

Kabar baiknya Allah mengasihi kita, Dia memberikan kita kesempatan untuk bertobat sehingga kita dapat diselamatkan. Kesempatan itu diberikan Allah dengan menganugerahkan anakNya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus, untuk mati di kayu salib menanggung dosa semua manusia. Artinya manusia yang berdosa, Tuhan Yesus yang menanggung hukumannya. Hukuman yang seharusnya kita terima dialihkan kepadaNya, sehingga bagi kita yang bertobat (mengaku dosa kita dan menyesalinya) dan percaya kepadaNya (bahwa Yesus mati menebus dosa kita) dibenarkan, disucikan, oleh pengorbanan Tuhan Yesus dan atas kasih karunia beroleh hak untuk menghampiriNya di sorga.

No comments:

Post a Comment